Aku rapopo

Rabu, 09 April 2014

Lanjutan Aria.

Maupun bersama. Sebab, keadaan manusia sebagai persenyawaan inilah yang hancur di dalam kematian.
3.         budi manusia, tidak seperti kehendaknya, bukanlaj suatu daya yang bebas.
    “ Tidak ada kemampuan di dalama budi untuk tidak menyetujui kebenaran-kebenaran yang difahaminya; karena sejauh kebenaran dari prinsip-prinsip menjadi jelas baginya dari kebenaran kesimpulan dari prinsip-prinsip, sejau itu pula budi harus memberikan persetujuannya karena tidak ada kebebasan di dalam budi”. 33
a/. jika kebenaran bahwa keseluruhan lebih besar daripada bagian menjadi jelas bagi budi berdasarkan kedarannya akan arti dari keseluruhan dan arti dari bagian, atau
b/. jika kebenaran dari kesimpulan bahwa Socrates mati menjado jelas bagi budi dari pertimbangan bahwa semua manusia mati dan bahwa Socrates adalah manusia, maka
c/. budi tidak bebas untuk tidak menyetujui kebenaran pernyataan bahwa keseluruhan lebih besar dari bagian atau pernyataan bahwa Socrates mati. Maka budi adalah kemampuan kodrati (potential naturalis).
            Tetapi kehendak adalah bebas dan merupakan kemampuan bebas (potential libara). Perlu dibedakan antara kehendak dalam pengertian kecenderungan kondrati dan kehendak yang bebas. Hanya kehendak bebaslah yang merupakan kehendak dalam arti tepat. Akibatnya ialah bahwa kehendak dari kodratnya bebas dan Allah tidak dapat menciptakan suatu kehendak bebas yang secara kondrati tidak dapat berdosa.
            Bahwa Scotus menekankan keunggulan kehendak atas pengetahuan kiranya jelas. Tentu saja pengetahuan mendahului kehendak, sebab kehendak tidak dapat mengadakan pilihan atas objek-objek yang tidak diketahuinya. Scotus menyatakan bahwa sulitlah (meskipun tidak mustahil) bagi kehendak untuk tidak mengarahkan dirinya kepada apa yang akhirnya di perintahkan oleh budi praktis. Sebaliknya, kehendak dapat memerintah budi. Tidak berarti bahwa kehendak dapat memeirntah budi untuk menyetujui pernyataan yang jelas-jelas salah. Kehendak tidak menambahkan sesuatu pun kepada kegiatan pengertian, dan juga tidak menjadi penyebab kegiatan budi. Tetapi kehendak dapat bekerja sama secara tidak langsung sebagai sebab effisien dengan menggerakan budi untuk memperhatikan objek ini dan itu, untuk mempertimbangkan argument ini atau itu. Maka,
“ dengan memerintahkan budi, kehendak lebih merupakan sebab yang lebih unggul dalam hal kegiatannya. Tetapi budi, bila dia adalah penyebab dari penghendakan (yaitu, sebagai bagian dari sebab dengan memberikan pengetahuan akan objek), adalahsuatu sebab yang sifatnya mengabdi kehendak”. 34
            Alasan lain bagi keunggulan kehendak atas budi ialah bahwa rusaknya kehendak lebih jelek daripada rusaknya budi; membenci Allah lebih jelek daripada tidak tahu atau tidak memikirkan Allah. Dosa berarti menghendaki sesuatu yang jahat, sedangkan memikirkan sesuatu yang jahat tidak dengan sendirinya dosa.
4. Scotus tidak percaya bahwa kebaikan jiwa dapat didemonstrasikan di dalam filsafat. Scotus mempertimbangkan ketiga pernyataan berikut: a/. bahwa jiwa rasional adalah forma khusus manusia; b/. bahwa jiwa itu baka (tidak mati); c/. bahwa jiwa setelah kematian tidka akan tetap berada di dalam keterpisahan selamanya dari badan. Pernyataan pertama dapat diketahui berdasar cahaya kodrati, meskipun ada bukti-bukti yang menunjukan kemungkinannya dan cukup persuasive. Maka. Pendirian umum Scotus ialah bahwa kita dapat membuktikan secara filosofis bahwa jiwa rasiona; adalah forma khusus manusia; tetapi kita tidak membuktikan dengan demonstrasi filosofis baik mengenai kebakaan jiwa maupun kebangkitan badan.

E. Etika
1.         Suatu tindakan itu baik secara kodrati bila mempunyai semua yang disyaratkan bagi adanya yang kodrati (asse natural), sebagaimana sebuah tubuh itu indah bila mempunyai karakteristik dari ukuran, warna, bentuk. Etc,. Yang cocok  denan tubuh itu sendiri dan harmonis satu dengan yang lainnya. Suatu tindakan itu baik secara moral bila mempunyai semua yang disayaratkan, bukan oleh kodrat dari tindakan di dalam dirinya sendiri saja, tetapi oleh akal yang benar. Yang dimaksud sebagai akal yang benar mencangkup antara lain tujuan dan cara yang benar, meskipun tujuan merupakan syarat utama dari suatu tindakan, tujuan baik bukanlaj satu-satunya syarat bagi tindakan secara moral baik: tujuan tidak menghalalkan cara. Maka, suatu tindakan untuk bias disebut baik secara moral haruslah bebas, secara objektif tindakan tersebut baik dan dilaksanakan dengan naksud baik dan dengan cara benar, dan seterusnya. Pemenuhan syarat-syarat ini menunjukan bahwa tindakan itu sesuai dengan akal yang benar.
2.         Setiap tindakan manusiawi, yaitu setiap tindakan bebas, adalah baik atau buruk dalam arti tertentu, sebab setiap tindakan manusiawi bias dinilai apakah itu sesaui atau bertentangan dengan akal yang benar. Namun karena suatu tindakan yang benar-benar baik secara moral mengandaikan pemenuhan semua syarat-syaratnya, ada kemungkinan bahwa beberapa syarat sendiri cacat, memberikan sedekah bukan berdasar baik atau buruk, tetapi hanyalah merupaka kecenderungan spontan dalam situasi tertentu, tindakan tersebut menurut Scotus bersifat netral. Tindakan ini tidak bias dikatakan baik atau buruk dalam pengertian moral lengkap.
3.         Telah kita lihat bahwa suatu tindakan itu baik secara moral bila sesuai dengan akal yang benar. Tetapi, apakah yang menjadi norma dari akal yang benar dan nilai moral dari tindakan kita? Menurut Scotus, “kehendak ilahi adalah sebab dari kebaikan, maka sesuatu itu baik, karena Allah tidak bias menghendaki yang tidak baik. Maka kehendal Allah merupaka sumber dari kewajiban moral.
            Sejauh budi ilahi, yang mendahului tindakan dari kehendaknya, memikirkan tindakan-tindakan yang sesuai denga kodrat manusia, isi hokum moral yang abadi dan tidak bias berubah telah di tetapkan. Tetapi hokum moral ini hanya mempunyai kekuatan yang bersifat mewajibkan melalui pilihan bebas dari kehendak ilahi. Maka bukan isi dari hokum moral, melainkan kewajban yang mengikat dari hukum moral yang berasal dari kehendak ilahi. Dengan lain kata, kehendak ilahi merupakan sumber dari kewajiban moral.
4.         Berkaitan dengan kekuasaan politik, Scotus membedakannya dari kekuasaan (kewibawaaan) orangtua. “kekuasaan politik … dapat benar oleh persetujuan dan pilihan masyarakan sendiri”. 35 Scotus melihat bahwa rakyat menyadari bahwa kehidupan mereka tidak bias berlangsung tanpa kekuasaan dan merka bersama setuju untuk menyerahkan pemeliharaan masyarakat kepada seseorang atau kepada sekelompok manusia.
            Kekuasaan yang sah adalah satu dari unsur-unsur yang disyaratkan bagi pembuat hokum, dan syarat lain adalah’kebijaksanaan’ , yakni kemampuan membuat hkum sesuai dengan akal yang benar. Pembuat hokum haruslah tidak membuat hokum demi kepentingan pribadi, tetapi untuk kebaikan bersama. Selanjutnya, hokum positif manusia harus tidak bertentangan dengan hokum moral atau hokum positif ilahi.      

Rabu, 19 Maret 2014

Agama & Seni


Agama.



Agama adalah sebuah koleksi terorganisir dari kepercayaan, sistem budaya, dan pandangan dunia yang menghubungkan manusia dengan tatanan/perintah dari kehidupan.[note 1] Banyak agama memiliki narasi, simbol, dan sejarah suci yang dimaksudkan untuk menjelaskan makna hidup dan / atau menjelaskan asal usul kehidupan atau alam semesta. Dari keyakinan mereka tentang kosmos dan sifat manusia, orang memperoleh moralitas,etika, hukum agama atau gaya hidup yang disukai. Menurut beberapa perkiraan, ada sekitar 4.200 agama di dunia.[1]
Banyak agama yang mungkin telah mengorganisir perilaku, kependetaan, definisi tentang apa yang merupakan kepatuhan atau keanggotaan, tempat-tempat suci, dan kitab suci. Praktek agama juga dapat mencakup ritual, khotbah, peringatan atau pemujaan tuhan, dewa atau dewi, pengorbanan, festival, pesta, trance, inisiasi, jasa penguburan, layanan pernikahan, meditasi, doa, musik, seni, tari, masyarakat layanan atau aspek lain dari budaya manusia. Agama juga mungkin mengandung mitologi.[2]
Kata agama kadang-kadang digunakan bergantian dengan iman, sistem kepercayaan atau kadang-kadang mengatur tugas;[3] Namun, dalam kata-kata Émile Durkheim, agama berbeda dari keyakinan pribadi dalam bahwa itu adalah "sesuatu yang nyata sosial" [4] Émile Durkheim juga mengatakan bahwa agama adalah suatu sistem yang terpadu yang terdiri atas kepercayaan dan praktik yang berhubungan dengan hal yang suci. Kita sebagai umat beragama semaksimal mungkin berusaha untuk terus meningkatkan keimanan kita melalui rutinitas beribadah, mencapai rohani yang sempurna kesuciannya. Sebuah jajak pendapat global 2012 melaporkan bahwa 59% dari populasi dunia adalah beragama, dan 36% tidak beragama, termasuk 13% yangateis, dengan penurunan 9 persen pada keyakinan agama dari tahun 2005.[5] Rata-rata, wanita lebih religius daripada laki-laki [6]. Beberapa orang mengikuti beberapa agama atau beberapa prinsip-prinsip agama pada saat yang sama, terlepas dari apakah atau tidak prinsip-prinsip agama mereka mengikuti tradisional yang memungkinkan untuk terjadi unsur sinkretisme.


Etimologi.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Agama adalah sistem yang mengatur tata keimanan (kepercayaan) dan peribadatan kepada Tuhan Yang Mahakuasa serta tata kaidah yang berhubungan dengan pergaulan manusia dan manusia serta lingkungannya. Kata "agama" berasal dari bahasa Sanskerta, āgama yang berarti "tradisi".[10]. Kata lain untuk menyatakan konsep ini adalah religi yang berasal dari bahasa Latin religio dan berakar pada kata kerja re-ligare yang berarti "mengikat kembali". Maksudnya dengan berreligi, seseorang mengikat dirinya kepada Tuhan.
Menurut filolog Max Müller, akar kata bahasa Inggris "religion", yang dalam bahasa Latin religio, awalnya digunakan untuk yang berarti hanya "takut akan Tuhan atau dewa-dewa, merenungkan hati-hati tentang hal-hal ilahi, kesalehan" ( kemudian selanjutnya Ciceromenurunkan menjadi berarti " ketekunan " ).[11][12] Max Müller menandai banyak budaya lain di seluruh dunia, termasuk Mesir, Persia, dan India, sebagai bagian yang memiliki struktur kekuasaan yang sama pada saat ini dalam sejarah. Apa yang disebut agama kuno hari ini, mereka akan hanya disebut sebagai "hukum".[13]
Banyak bahasa memiliki kata-kata yang dapat diterjemahkan sebagai "agama", tetapi mereka mungkin menggunakannya dalam cara yang sangat berbeda, dan beberapa tidak memiliki kata untuk mengungkapkan agama sama sekali. Sebagai contoh, dharma kata Sanskerta, kadang-kadang diterjemahkan sebagai "agama", juga berarti hukum. Di seluruh Asia Selatan klasik, studi hukum terdiri dari konsep-konsep seperti penebusan dosa melalui kesalehan dan upacara serta tradisi praktis. Medieval Jepang pada awalnya memiliki serikat serupa antara "hukum kekaisaran" dan universal atau "hukum Buddha", tetapi ini kemudian menjadi sumber independen dari kekuasaan.[14][15]
Tidak ada setara yang tepat dari "agama" dalam bahasa Ibrani, dan Yudaisme tidak membedakan secara jelas antara, identitas keagamaan nasional, ras, atau etnis.[16] Salah satu konsep pusat adalah "halakha" , kadang-kadang diterjemahkan sebagai "hukum" ",yang memandu praktek keagamaan dan keyakinan dan banyak aspek kehidupan sehari-hari.
Penggunaan istilah-istilah lain, seperti ketaatan kepada Allah atau Islam yang juga didasarkan pada sejarah tertentu dan kosakata.

Definisi.


Definisi tentang agama di sini sedapat mungkin sederhana dan meliputi. Definisi ini diharapkan tidak terlalu sempit maupun terlalu longgar, tetapi dapat dikenakan kepada agama-agama yang selama ini dikenal melalui penyebutan nama-nama agama itu. Agama merupakan suatu lembaga atau institusi yang mengatur kehidupan rohani manusia. Untuk itu terhadap apa yang dikenal sebagai agama-agama itu perlu dicari titik persamaannya dan titik perbedaannya.
Manusia memiliki kemampuan terbatas, kesadaran dan pengakuan akan keterbatasannya menjadikan keyakinan bahwa ada sesuatu yang luar biasa di luar dirinya. Sesuatu yang luar biasa itu tentu berasal dari sumber yang luar biasa juga. Dan sumber yang luar biasa itu ada bermacam-macam sesuai dengan bahasa manusianya sendiri. Misal TuhanDewaGodSyang-tiKami-Sama dan lain-lain atau hanya menyebut sifat-Nya saja seperti Yang Maha Kuasa, Ingkang Murbeng Dumadi, De Weldadige, dan lain-lain.
Keyakinan ini membawa manusia untuk mencari kedekatan diri kepada Tuhan dengan cara menghambakan diri, yaitu:
·         menerima segala kepastian yang menimpa diri dan sekitarnya dan yakin berasal dari Tuhan, dan
·         menaati segenap ketetapan, aturan, hukum dll yang diyakini berasal dari Tuhan.
Dengan demikian, agama adalah penghambaan manusia kepada Tuhannya. Dalam pengertian agama terdapat 3 unsur, ialah manusia, penghambaan dan Tuhan. Maka suatu paham atau ajaran yang mengandung ketiga unsur pokok pengertian tersebut dapat disebut agama.
Lebih luasnya lagi, agama juga bisa diartikan sebagai jalan hidup. Yakni bahwa seluruh aktivitas lahir dan batin pemeluknya diatur oleh agama yang dianutnya. Bagaimana kita makan, bagaimana kita bergaul, bagaimana kita beribadah, dan sebagainya ditentukan oleh aturan/tata cara agama.

Fungsi.

·         Sumber pedoman hidup bagi individu maupun kelompok
·         Mengatur tata cara hubungan manusia dengan Tuhan dan manusia dengan manusia.
·         Merupakan tuntutan tentang prinsip benar atau salah
·         Pedoman mengungkapkan rasa kebersamaan
·         Pedoman perasaan keyakinan
·         Pedoman keberadaan
·         Pengungkapan estetika (keindahan)
·         Pedoman rekreasi dan hiburan
·         Memberikan identitas kepada manusia sebagai umat dari suatu agama.


Seni


Seni pada mulanya adalah proses dari manusia, dan oleh karena itu merupakan sinonim dari ilmu. Dewasa ini, seni bisa dilihat dalam intisari ekspresi dari kreativitas manusia. Seni juga dapat diartikan dengan sesuatu yang diciptakan manusia yang mengandung unsur keindahan.
Seni sangat sulit untuk dijelaskan dan juga sulit dinilai. Bahwa masing-masing individu artis memilih sendiri peraturan dan parameter yang menuntunnya atau kerjanya, masih bisa dikatakan bahwa seni adalah proses dan produk dari memilih medium, dan suatu set peraturan untuk penggunaan medium itu.

Definisi.
Menurut beberapa tokoh di dunia seni adalah :
Alexander Baum Garton :
Seni adalah keindahan dan seni adalah tujuan yang positif menjadikan penikmat merasa dalam kebahagiaan.
Aristoteles :
Seni adalah bentuk yang pengungkapannya dan penampilannya tidak pernah menyimpang dari kenyataan dan seni itu adalah meniru alam.
Immanuel Kant :
Seni adalah sebuah impian karena rumus rumus tidak dapat mengihtiarkan kenyataan.
Ki Hajar Dewantara :
Seni merupakan hasil keindahan sehingga dapat menggerakkan persasaan indah orang yang melihatnya, oleh karena itu perbuatan manusia yang dapat mempengaruhi dapat menimbulkan perasaan indah itu seni.
Leo Tolstoy :
Seni adalah ungkapan perasaan pencipta yanng disampaikan kepada orang lain agar mereka dapat merasakan apa yang dirasakan pelukis.
Sudarmaji :
Seni adalah segala manifestasi batin dan pengalaman estetis dengan menggunakan media bidang, garis, warna, tekstur, volume dan gelap terang.

Bentuk seni.

Suatu set nilai-nilai yang menentukan apa yang pantas dikirimkan dengan ekspresi lewat medium itu, untuk menyampaikan baik kepercayaan, gagasan, sensasi, atau perasaan dengan cara seefektif mungkin untuk medium itu. Sekalipun demikian, banyak seniman mendapat pengaruh dari orang lain masa lalu, dan juga beberapa garis pedoman sudah muncul untuk mengungkap gagasan tertentu lewat simbolisme dan bentuk (seperti bakung yang bermakna kematian dan mawar merah yang berarti cinta). Seni menurut media yang digunakan terbagi 3 yaitu :
1.     Seni yang dapat dinikmati melalui media pendengaran atau (audio art), misalnya seni musik,seni suara, dan seni sastra sepertipuisi dan pantun
2.     Seni yang dinikmati dengan media penglihatan (Visual art)) misalnya lukisanposter,seni bangunan, seni gerak beladiri dan sebagainya.
3.     Seni yang dinikmati melalui media penglihatan dan pendengaran (audio visual art) misalnya pertunjukan musik, pagelaranwayang,film

Di unduh dari sumber :

http://id.wikipedia.org/wiki/Agama (di unduh : 20/03/2014)
http://id.wikipedia.org/wiki/Seni (di unduh : 20/03/2014)





Selasa, 11 Maret 2014

ETNIS

Kelompok etnik atau suku bangsa adalah suatu golongan manusia yang anggota-anggotanya mengidentifikasikan dirinya dengan sesamanya, biasanya berdasarkan garis keturunan yang dianggap sama. Identitas suku ditandai oleh pengakuan dari orang lain akan ciri khas kelompok tersebut seperti kesamaan budaya, bahasa, agama, perilaku, dan ciri-ciri biologis. Menurut pertemuan internasional tentang tantangan-tantangan dalam mengukur dunia etnis pada tahun 1992, "Etnisitas adalah sebuah faktor fundamental dalam kehidupan manusia. Ini adalah sebuah gejala yang terkandung dalam pengalaman manusia" meskipun definisi ini seringkali mudah diubah-ubah. Yang lain, seperti antropolog Fredrik Barth dan Eric Wolf, menganggap etnisitas sebagai hasil interaksi, dan bukan sifat-sifat hakiki sebuah kelompok. Proses-proses yang melahirkan identifikasi seperti itu disebut etnogenesis. Secara keseluruhan, para anggota dari sebuah kelompok suku bangsa mengklaim kesinambungan budaya melintasi waktu, meskipun para sejarawan dan antropolog telah mendokumentasikan bahwa banyak dari nilai-nilai, praktik-praktik, dan norma-norma yang dianggap menunjukkan kesinambungan dengan masa lalu itu pada dasarnya adalah temuan yang relatif baru.

sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/Kelompok_etnik

Senin, 10 Maret 2014

Akar dari Psikologi


     Sebagai suatu disiplin ilmu yang berdiri sendiri, psikologi telah melewati sejarah yang cukup panjang. Untuk mendapat pemahaman yang utuh mengenai psikologi, Berikut adalah kegunaan dari ilmu psikologi dan penemu teori psikologi yang masih di gunakan sampai saat ini.   

* Structualism :


Wilhem Maximillian Wundt (1832-1920).

lahir 16 Agustus 1832 di Neckarau, Baden, Jerman, dari keluarga intelektual – meninggal 31 Agustus 1920 pada umur 88 tahun) adalah seorang dokter, psikolog, fisiolog, dan profesor, yang sekarang dikenal sebagai penemu psikologi modern. Ia dianggap sebagai "bapak psikologi eksperimental". Pada tahun 1879, ia mendirikan laboratorium formal pertama untuk riset psikologis di Universitas Leipzig, dan membuat jurnal riset psikologis pertama di tahun 1881. Ia menamatkan studi kesarjanaannya dan memperoleh gelar doktor di bidang kedokteran dan tertarik pada riset-riset fisiologis. Ia melakukan penelitian di bidang psikofisik bersama-sama dengan Johannes Mueller an Hermann von Helmholtz.
 Wundt berupaya memahami pikiran manusia dengan mengidentifikasi elemen pembentuk kesadaran manusia, seperti halnya zat kimia yang bisa dibagi menjadi berbagai elemen. Dalam hal ini, Wundt menganggap psikologi sebagai ilmu, seperti halnya fisika dan kimia, dengan melihat bahwa kesadaran adalah kumpulan dari berbagai bagian yang bisa diidentifikasi. Walau secara luas dianggap sebagai seorang yang penting dalam kelahiran dan perkembangan psikologi, sumbangannya terhadap psikologi kontemporer banyak diperdebatkan oleh para ahli sekarang.

* Funtionalizm :



William James Sidis.

William James Sidis dianggap sebagai manusia paling cerdas yang pernah hidup di bumi.Dia merupakan anak dari pasangan Boris dan Sarah Sidis, imigran yang lari dari anti-Semitic Rusiian dan pindah ke Amerika pada akhir abad ke 19. William James Sidis (‘Billy’), yang dilahirkan pada April Mop tahun 1898 mempunyai kecerdasan jauh di atas manusia normal, IQ nya diperkirakan berkisar antara 250-300. Teorinya berkonsentrasi pada, bagaimana pikiran itu berjalan dan apa fungsi dari perilaku,

* Gestalt Psikologi : 


Max Wertheimer  (1880-1943).

Max Wertheimer merupakan tokoh pendiri psikologi Gestalt di Jerman. Psikologi Gestalt lebih menekankan kritiknya pada penguraian kesadaran ke dalam elemen-elemen yang dilakukan oleh strukturalismenya Wundt, tetapi masih mengakui adanya unsur kesadaran itu sendiri dalam bentuk yang utuh (totalitas tidak terbagi-bagi dalam elemen-elemen). Psikologi Gestalt mempelajari suatu gejala sebagai suatu keseluruhan atau totalitas dan bahwa data-data dalam psikologi Gestalt disebut sebagai fenomena.



Woman in Psychology

Inilah wanita-wanita pertama yang membuat prestasi cemerlang di dunia psikologi.


Margareth Floy Washburn (1871-1939).

Wanita pertama yang mendapat gelar doctor dalam bidang Psikologi dan wanita kedua yang terpilih menjadi anggota National Academy of Sciences (1991). Masyarakat ilmiah yang paling terkemuka di Amerika Serikat.








Leta Stetter Holling (1886-1939).

Leta Stetter Holing paling dikenal karena karyanya dengan anak-anak luar biasa, ia juga melakukan pekerjaan perintis dalam bidang psikologi perempuan.




Mary Calkins (1863-1930).

Terkenal karena dua hal: menjadi presiden wanita pertama dari American Psychological Association dan di tolak gelar doktor di Harvard University.







Karen Horney (1885-1952).

Teori Psikoanalitik Karen Horney di kembangkan menjadi salah satu teori yang paling terkenal dari neoritis. Dia percaya bahwa neorisis akibat kecemasan itu disebabkan oleh hubungan interpersonal. Teorinya mengusulkan bahwa strategi yang di gunakan untuk mengatasi kecemasan bisa di gunakan secara berlebihan sehingga menyebabkan mereka mengambil bentuk dari kebutuhan.





Junne Etta Downey (1975-1932).

Salah satu psikolog yang mempelajari kepribadian ilmiah. Dia memimpin Departemen Psikologi dan Filsafat di University Wyoming, merupakan wanita pertama yang memegang posisi tersebut pada sebuah universitas negeri.







Anna Freud (1895-1982).

Merupakan anak dari Sigmun Freud. Fokus pada Six Developmental of child atau perkembangan anak, dan juga pada mekanisme pertahanan diri yang dikembangkan dari teori ayahnya Sigmun Freud.







Mamie Phipp Clark (1917-1983).

Pelopor dari sebuah teori, bagaimana anak-anak tumbuh dan menerima berbagai macam ras yang berbeda.









The Neuroscience Perspective : blood, sweat, fears.

Neuroscience Perspective adalah, Bagaimana tubuh dan otak bisa menghasilkan emosi, memori, dan pengalaman sensorik di dalam fungsi individual dari otak ke sistem tubuh lainnya dan bagaimana itu bisa mempengaruhi perilaku. Manusia bukan berasal dari badan dan fisik saja karena manusia juga memiliki jiwa, bukan dari fungsi biologis saja.


Di saring dari sumber :




Kamis, 27 Februari 2014

Psychology

Psikologi adalah sebuah bidang ilmu pengetahuan dan ilmu terapan yang mempelajari mengenai perilaku dan fungsi mental manusia secara ilmiah. Para praktisi dalam bidang psikologi disebut para psikolog. Para psikolog berusaha mempelajari peran fungsi mental dalam perilaku individu maupun kelompok, selain juga mempelajari tentang proses fisiologis dan neurobiologis yang mendasari perilaku.

Sejarah Psikologi
Sebagai bagian dari ilmu pengetahuan, psikologi melalui sebuah perjalanan panjang. Konsep psikologi dapat ditelusuri jauh ke masa Yunani kuno. Psikologi memiliki akar dari bidang ilmu filosofiyang diprakarsai sejak jaman Aristoteles sebagai ilmu jiwa, yaitu ilmu untuk kekuatan hidup (levens beginsel). Aristoteles memandang ilmu jiwa sebagai ilmu yang mempelajari gejala - gejala kehidupan. Jiwa adalah unsur kehidupan (Anima), karena itu tiap - tiap makhluk hidup mempunyai jiwa. Dapat dikatakan bahwa sejarah psikologi sejalan dengan perkembangan intelektual di Eropa, dan mendapatkan bentuk pragmatisnya di benua Amerika

Psikologi sebagai Ilmu pengetahuan :
Walaupun sejak dulu telah ada pemikiran tentang ilmu yang mempelajari manusia dalam kurun waktu bersamaan dengan adanya pemikiran tentang ilmu yang mempelajari alam, akan tetapi karena kerumitan dan kedinamisan manusia untuk dipahami, maka psikologi baru tercipta sebagai ilmu sejak akhir 1800-an yaitu sewaktu Wilhem Wundt mendirikan laboratorium psikologi pertama didunia.

Metode psikologi : 
Beberapa metodologi dalam psikologi, di antaranya sebagai berikut :
  1. Metodologi Eksperimental
    Cara ini dilakukan biasanya di dalam laboratorium dengan mengadakan berbagai eksperimen. Peneliti mempunyai kontrol sepenuhnya terhadap jalannya suatu eksperimen. Yaitu menentukan akan melakukan apa pada sesuatu yang akan ditelitinya, kapan akan melakukan penelitian, seberapa sering melakukan penelitiannya, dan sebagainya. Pada metode eksperimental, maka sifat subjektivitas dari metode introspeksi akan dapat diatasi. Pada metode instrospeksi murni hanya diri peneliti yang menjadi objek. Tetapi pada instrospeksi eksperimental jumlah subjek banyak, yaitu orang - orang yang dieksperimentasi itu. Dengan luasnya atau banyaknya subjek penelitian maka hasil yang didapatkan akan lebih objektif. Metode penelitian umumnya dimulai dengan hipotesis yakni prediksi/peramalan, percabangan dari teori, diuraikan dan dirumuskan sehingga bisa diujicobakan.
  2. Observasi Ilmiah
    Pada pengamatan ilmiah, suatu hal pada situasi-situasi yang ditimbulkan tidak dengan sengaja. Melainkan dengan proses ilmiah dan secara spontan. Observasi alamiah ini dapat diterapkan pula pada tingkah laku yang lain, misalnya saja : tingkah laku orang-orang yang berada di toko serba ada, tingkah laku pengendara kendaraan bermotor dijalan raya, tingkah laku anak yang sedang bermain, perilaku orang dalam bencana alam, dan sebagainya.
  3. Sejarah Kehidupan (metode biografi)
    Sejarah kehidupan seseorang dapat merupakan sumber data yang penting untuk lebih mengetahui “jiwa” orang yang bersangkutan, misalnya dari cerita ibunya, seorang anak yang tidak naik kelas mungkin diketahui bahwa dia bukannya kurang pandai tetapi minatnya sejak kecil memang dibidang musik sehingga dia tidak cukup serius untuk mengikuti pendidikan di sekolahnya. Dalam metode ini orang menguraikan tentang keadaaan, sikap - sikap ataupun sifat lain mengenai orang yang bersangkutan . Pada metode ini disamping mempunyai keuntungan juga mempunyai kelemahan, yaitu tidak jarang metode ini bersifat subjektif . Sejarah kehidupan dapat disusun melalui 2 cara yaitu: pembuatan buku harian dan rekonstruksi biografi
  4. Wawancara
    Wawancara merupakan tanya jawab si pemeriksa dan orang yang diperiksa. Agar orang diperiksa itu dapat menemukan isi hatinya itu sendiri, pandangan-pandangannya, pendapatnya dan lain-lain sedemikian rupa sehingga orang yang mewawancarai dapat menggali semua informasi yang dibutuhkan.Baik angket atau interview keduanya mempunyai persamaan, tetapi berbeda dalam cara penyajiannya. Keuntungan interview dibandingkan dengan angket yaitu:
    1. Pada interview apabila terdapat hal yang kurang jelas maka dapat diperjelas
    2. interviwer(penanya) dapat menyesuaikan dengan suasana hati interviwee ( responden yang ditanyai)
    3. Terdapat interaksi langsung berupa face to face sehingga diharapkan dapat membina hubungan yang baik saat proses interview dilakukan.
ada beberapa teknik wawancara yaitu: wawancara bebas, wawancara terarah, wawancara terbuka dan wawancara tertutup.
  1. Angket
    Angket merupakan wawancara dalam bentuk tertulis. Semua pertanyaan telah di susun secara tertulis pada lembar-lembar pertanyaan itu, dan orang yang diwawancarai tinggal membaca pertanyaan yang diajukan, lalu menjawabnya secara tertulis pula. Jawaban-jawabannya akan dianalisis untuk mengetahui hal-hal yang diselidiki. Angket ini juga terdapat keuntungan dan kelemahannya.
  2. Pemeriksaan Psikologi
    Dalam bahasa populernya pemeriksaan psikologi disebut juga dengan psikotes Metode ini menggunakan alat-alat psikodiagnostik tertentu yang hanya dapat digunakan oleh para ahli yang benar-benar sudah terlatih. alat-alat itu dapat dipergunakan unntuk mengukur dan untuk mengetahui taraf kecerdasan seseorang, arah minat seseorang, sikap seseorang, struktur kepribadian seeorang, dan lain-lain dari orang yang diperiksa itu. Metode pemeriksaan psikologis lain yang bersifat individual adalah tes proyektif kepribadian yakni seseorang diperlihatkan stimuli ambigu dan ia diminta untuk menceritakannya.
  3. Metode Analisis Karya
    Dilakukan dengan cara menganalisis hasil karya seperti gambar - gambar, buku harian atau karangan yang telah dibuat. Hal ini karena karya dapat dianggap sebagai pencetus dari keadaan jiwa seseorang.
  4. Metode Statistik
    Umumnya digunakan dengan cara mengumpulkan data atau materi dalam penelitian lalu mengadakan penganalisaan terhadap hasil; yang telah didapat.

Rabu, 26 Februari 2014

Profil


  • Nama : Putri Nurbalqies
  • TTL : Jakarta, 15 Oktober 1993
  • Hobby : Traveling, listening to music
  • Cita- cita : Successful entrepreneurs
  • NIM : 1701372980